Edisi 26 Oktober 2026Makan pelan, jalan jauh.
← Duta NusantaraJalan-jalan

Menginap di rumah warga di desa pesisir: yang perlu diketahui sebelum mengetuk pintu

Tanpa resepsionis, tanpa papan nama, homestay kampung nelayan punya kenyamanan dan aturannya sendiri.

Menginap di rumah warga di desa pesisir: yang perlu diketahui sebelum mengetuk pintu
Foto: S / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Di banyak pulau dan pesisir Indonesia, pilihan menginap bukan hotel atau resor, melainkan kamar di rumah keluarga nelayan yang disebut homestay. Tidak ada resepsionis, kadang tidak ada papan nama, dan pemesanan dilakukan lewat pesan singkat atau lewat tetangga yang kebetulan kenal. Bagi yang terbiasa dengan hotel, ini terasa tidak pasti. Bagi yang pernah mencoba, inilah cara paling dekat mengenal sebuah tempat.

Apa yang bisa diharapkan

Baca juga: Naik kapal kayu antarpulau: jadwal yang mengikuti ombak dan adab di atas dek yang sempit

Kamar biasanya sederhana: kasur, kipas angin, kadang pendingin udara, dan kamar mandi yang mungkin dipakai bersama keluarga. Air bersih di pulau kecil sering terbatas dan agak payau; mandi dengan gayung dan hemat air adalah kebiasaan yang perlu diikuti, bukan diprotes. Listrik di beberapa desa hanya menyala malam hari, jadi isi daya perangkat ketika ada kesempatan.

Makan biasanya termasuk, dan di sinilah homestay pesisir unggul. Ikan yang disajikan adalah ikan yang didaratkan pagi itu, dibakar atau dikuah dengan bumbu rumah, ditemani nasi dan sambal. Sampaikan sejak awal kalau ada yang tidak bisa dimakan; tuan rumah memasak untuk tamunya seperti memasak untuk keluarga, dan lebih mudah menyesuaikan sejak hari pertama.

Hidup mengikuti ritme kampung

Desa nelayan bangun sebelum subuh, ketika perahu kembali, dan tidur lebih awal. Tamu yang ikut ritme ini akan diajak melihat ikan diturunkan di pantai, atau ditawari ikut ke laut keesokan harinya. Tamu yang tidur sampai siang akan melewatkan hampir semuanya. Pakaian sopan di luar pantai adalah penghargaan sederhana yang sangat diperhatikan, terutama di kampung yang religius.

Bertanya sebelum memotret orang, terutama perempuan dan anak-anak, serta ikut membantu hal kecil seperti mengangkat jaring atau mencuci piring sendiri, akan membuka percakapan yang tidak dibuka oleh uang. Kebanyakan keluarga tuan rumah senang bercerita tentang laut, cuaca, dan hasil tangkapan, dan percakapan di beranda sore adalah bagian terbaik dari menginap di sana.

Membayar dan berpamitan

Tarif biasanya disepakati di awal dan dibayar tunai saat pulang; sinyal untuk pembayaran digital sering tidak bisa diandalkan. Membawa sesuatu dari kota, seperti kopi, teh, atau kue kering, saat tiba lebih dihargai daripada memberi uang tip. Ketika berpamitan, ucapkan terima kasih kepada seluruh anggota keluarga, bukan hanya kepada yang mengurus pembayaran; di rumah seperti ini, semua orang ikut menjaga tamu. Dan hampir selalu, pamitan itu diakhiri dengan kalimat yang sama: kalau datang lagi, langsung ke sini saja.

MS
Mega SuryaniMega mendirikan Duta Nusantara pada 2022 dan menulis enam belas artikel hingga 2025, dimulai dari kisah sambal di dapur neneknya. Ia berhenti menulis untuk mengurus kebun rempah keluarga, tetapi masih mencicipi setiap resep baru yang kami kirimkan kepadanya.
Dapatkan tulisan baru Duta Nusantara lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.