Musim mangga: harum manis, gedong gincu, dan cara memilih dari aroma pangkalnya
Menjelang akhir tahun, lapak buah di sepanjang jalan Jawa berubah warna menjadi kuning dan jingga.

Setiap tahun, ketika kemarau mulai lelah dan hujan pertama belum sepenuhnya datang, lapak buah di pinggir jalan dari Indramayu sampai Probolinggo berubah warna. Keranjang-keranjang bambu penuh mangga ditumpuk di trotoar, dan harumnya tercium dari dalam kendaraan yang melintas. Itulah musim mangga, musim yang pendek dan berlimpah.
Mengenal jenis-jenisnya
Baca juga: Jamu gendong: beras kencur, kunyit asam, dan botol pahit yang diminum terakhir
Harum manis, yang juga disebut arumanis atau gadung di beberapa daerah, adalah mangga paling populer: kulit hijau meski sudah matang, daging kuning jingga yang lembut dan hampir tanpa serat, manis dengan aroma kuat. Gedong gincu dari Cirebon dan Majalengka berukuran lebih kecil, bulat, dengan kulit yang memerah seperti dipoles gincu; rasanya manis tajam dengan aroma yang lebih harum dari jenis lain.
Manalagi berbentuk lebih gemuk, dagingnya padat dan manis bahkan ketika masih agak keras, sehingga digemari yang tidak suka mangga terlalu lembek. Golek berbentuk panjang dengan ujung melancip, berserat sedikit, dan cocok diiris. Mangga indramayu, yang sering disebut cengkir, lebih asam dan sering dimakan muda dengan garam atau diolah menjadi rujak dan asinan. Di Sulawesi dan Nusa Tenggara ada pula mangga lokal dengan nama-nama sendiri yang jarang keluar daerahnya.
Cara memilih tanpa menekan
Menekan mangga untuk memeriksa kematangan adalah kebiasaan yang membuat penjual meringis, karena bekas tekanan menjadi memar dan busuk esok harinya. Cara yang lebih baik adalah mencium pangkal buah, di sekitar tangkai. Mangga matang mengeluarkan aroma manis yang jelas dari pangkalnya; yang belum matang berbau getah, dan yang terlalu matang berbau asam seperti fermentasi.
Perhatikan juga kulit: sedikit berkerut halus di sekitar pangkal menandakan matang pohon, sementara kulit yang kencang mengilap dengan daging keras biasanya dipetik terlalu dini. Bintik hitam kecil tersebar tidak masalah; bercak hitam besar yang lunak harus dihindari. Getah yang masih basah di tangkai berarti buah baru dipetik, dan mangga semacam ini sebaiknya didiamkan dua atau tiga hari di suhu ruang.
Menikmati musim yang pendek
Mangga matang disimpan di suhu ruang, bukan lemari es, sampai siap dimakan; dingin mematikan aromanya. Yang berlebih bisa dibuat jus, dibekukan dalam potongan untuk es, atau dimasak menjadi selai dan dodol mangga. Musim ini hanya berlangsung beberapa bulan, dan orang Indonesia tahu betul: ketika mangga ada, makanlah sampai bosan, karena setelah itu harus menunggu setahun lagi.
Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.