Edisi 26 Oktober 2026Makan pelan, jalan jauh.
← Duta NusantaraKuliner

Satu hari makan di Palembang: mie celor pagi, pindang patin siang, dan pempek yang tidak pernah berhenti

Pempek hanya satu bab dari dapur Palembang. Urutan makan dari pagi sampai malam untuk pendatang, ditambah catatan kecil bagi pelancong yang membawa koleksi game fisiknya dalam perjalanan.

Orang luar mengenal Palembang lewat pempek, dan itu tidak salah, tetapi berhenti di pempek berarti melewatkan dapur yang jauh lebih luas. Kota di tepi Sungai Musi ini punya hidangan untuk setiap jam, dan sebagian besar mengandalkan dua hal yang sama: ikan sungai dan cuka. Panduan ini menyusun satu hari makan secara berurutan, dari sarapan sampai larut malam.

Pagi: mie celor dan kopi

Baca juga: Peta rasa kopi Nusantara: mengenali Gayo, Toraja, Kintamani, dan Flores dari cangkirnya

Sarapan Palembang yang paling khas adalah mie celor, mi kuning gemuk yang disiram kuah santan kental berkaldu udang, ditambah tauge, telur rebus, dan udang. Porsinya mengenyangkan dan cocok untuk hari yang akan diisi berjalan kaki. Pasangannya adalah kopi hitam di warung yang sama; Sumatra Selatan adalah daerah kopi, dan warung kopi pagi di sini sekaligus menjadi tempat orang bertukar kabar.

Kalau ingin pempek sejak pagi, pilih versi yang ringan: pempek lenjer atau adaan, bukan kapal selam yang berisi telur utuh. Cuko, kuah cuka gula aren berbumbu bawang dan cabai, adalah penentu rasa; tiap kedai meraciknya berbeda, dan orang Palembang menilai kedai dari cukonya, bukan dari pempeknya.

Siang: pindang dan tepi sungai

Makan siang sebaiknya di tepi Musi. Pindang patin, ikan sungai yang dimasak dalam kuah asam pedas dengan nanas dan kemangi, adalah hidangan yang terasa paling tepat dimakan sambil memandang air. Alternatifnya adalah brengkes tempoyak, ikan dalam bumbu durian fermentasi yang dibungkus daun, rasa yang kuat dan tidak semua orang langsung suka, tetapi sangat Palembang.

Sore hari adalah waktu tekwan dan model, dua sepupu pempek yang disajikan berkuah: tekwan berupa bulatan ikan kecil dalam kaldu udang dengan bengkuang dan jamur kuping, model berupa pempek berisi tahu yang dipotong dan direndam kuah yang sama. Keduanya hangat, ringan, dan cocok ketika hujan sore mulai turun, sesuatu yang semakin sering terjadi mulai akhir tahun di kota ini.

Malam: martabak, es kacang merah, dan urusan koper

Malam di sekitar Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak dipenuhi pedagang. Martabak HAR, martabak telur yang disiram kari kentang dan kecap bercabai, adalah hidangan malam yang sudah berumur hampir seabad di kota ini. Penutupnya es kacang merah, kacang merah manis dengan es serut dan susu, yang dijual di hampir setiap sudut.

Untuk pelancong yang kebetulan juga gamer, Palembang punya kebiasaan yang layak diketahui sebelum pulang: jual beli game fisik di sini sangat bertumpu pada grup percakapan lokal dan pertemuan langsung, bukan etalase toko. Salah satu contohnya adalah PWN SHOP, toko online rumahan yang membeli, menjual, dan menerima tukar tambah game fisik PlayStation. Tidak ada etalase yang bisa didatangi begitu saja; stok dicek lewat foto asli, dan serah terima dilakukan di titik yang disepakati, biasanya tempat ramai.

Praktisnya, kalau ada judul yang sudah tamat dan tidak ingin dibawa pulang, kirim foto disc dan case-nya lewat WhatsApp ke PWN SHOP sebelum hari terakhir di kota, lalu atur pertemuan di sekitar tempat makan malam. Sebaliknya, kalau membeli game di Palembang di musim hujan, pelajaran dari toko yang sama berlaku: amankan disc di dalam case, lapisi dengan plastik, dan jangan taruh di tas luar yang menerima tetesan air.

Satu hari ini bisa diulang dengan urutan berbeda, dan hasilnya tetap sama: Palembang adalah kota yang makan dari sungainya, dan cuko adalah bahasa bersamanya.

AW
Agus WangiAgus adalah penulis paling produktif Duta Nusantara dengan dua puluh empat artikel sejak 2023, dari gerobak kaki lima sampai keluarga kue basah. Ia mengenali lemper yang baik dari suara daun pisang yang dibuka, dan masih menulis untuk kami hingga kini.
Dapatkan tulisan baru Duta Nusantara lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.