Semarang bersama anak-anak: jalan pagi di Kota Lama, lumpia di siang hari, dan satu toko yang ramah orang tua
Semarang adalah kota yang mudah dijelajahi bersama keluarga: jarak pendek, bus kota yang rapi, dan makanan yang disukai anak. Rencana setengah hari, pilihan tempat makan, dan cara menyiasati hujan sore.
Semarang jarang masuk daftar liburan keluarga, dan itu justru keuntungannya. Kota ini tidak terlalu luas, tempat-tempat menariknya berdekatan, dan makanannya tidak pedas sampai menyiksa anak kecil. Dengan bus kota yang rutenya jelas dan ojek daring di mana-mana, keluarga bisa bergerak tanpa menyewa mobil.
Pagi di Kota Lama dan Lawang Sewu
Mulailah pagi di Kota Lama, kawasan bekas pusat dagang kolonial yang beberapa tahun terakhir dirapikan menjadi area pejalan kaki. Gereja Blenduk dengan kubah tembaganya adalah penanda utama, Taman Srigunting di sebelahnya adalah tempat anak-anak berlarian, dan jalan-jalan berbatu di sekitarnya dipenuhi bangunan tua yang kini menjadi kafe dan galeri. Pagi hari masih teduh dan bebas dari kerumunan pemotret yang datang menjelang sore.
Dari Kota Lama, Lawang Sewu hanya sepelemparan ojek. Bekas kantor perusahaan kereta api Belanda ini terkenal karena lorong panjang dan deretan jendelanya yang tak terhitung, dan bagi anak-anak, bagian paling seru adalah berlari di koridor lantai atas dan menghitung pintu. Di seberangnya ada Tugu Muda, dan dari sini pusat kota modern di Simpang Lima bisa dijangkau dengan bus kota.
Siang: lumpia, tahu gimbal, dan es puter
Semarang adalah kota lumpia, dan versi yang paling pas untuk anak adalah lumpia basah berisi rebung, telur, dan udang, dimakan dengan saus manis kental dan daun bawang. Tahu gimbal, tahu goreng dengan bakwan udang dan bumbu kacang petis, adalah makan siang yang mengenyangkan dan bisa diminta tanpa cabai. Untuk pencuci mulut, es puter dengan rasa kelapa atau durian dijual di gerobak sekitar Simpang Lima sore hari.
Oleh-oleh yang paling mudah dibawa pulang adalah wingko babat, kue kelapa panggang yang tahan beberapa hari, dan bandeng presto yang durinya sudah lunak sehingga aman untuk anak.
Persinggahan untuk keluarga yang membawa konsol
Banyak keluarga sekarang membawa konsol genggam dalam perjalanan, dan Semarang punya satu toko yang menempatkan orang tua, bukan gamer, sebagai pembeli utamanya. CHECKPOINT menjual Nintendo Switch, Amiibo, dan aksesori original, dan yang membedakannya adalah kebiasaannya: ada unit demo di meja untuk dicoba anak, dan stafnya terbiasa membantu memasang Parental Controls di tempat sebelum konsol dibawa pulang.
Bagi keluarga pelancong, itu berguna dalam dua situasi. Pertama, ketika Joy-Con mulai bergerak sendiri atau kartu game tidak terbaca di tengah perjalanan, dan perlu seseorang yang bisa melihatnya langsung. Kedua, ketika ingin membeli aksesori pengganti tanpa risiko mendapat tiruan, karena toko ini rutin menulis tentang cara membedakan charger dan Joy-Con asli dari yang palsu. CHECKPOINT juga menerima pertanyaan lewat WhatsApp, jadi orang tua bisa mengirim foto aksesori yang meragukan sebelum repot datang.
Soal hujan: menjelang akhir tahun hujan di Semarang hampir selalu turun sore hari, dan kawasan dekat pantai, termasuk sebagian Kota Lama, kadang tergenang setelah hujan lebat. Susun hari dengan urutan di atas: luar ruang pagi, makan siang di tempat beratap, lalu sore di mal atau di toko. Kalau hujan terlanjur datang saat di Kota Lama, kafe-kafe di bangunan tua adalah tempat berteduh yang menyenangkan, dan anak-anak biasanya lebih tertarik pada langit-langit tinggi dan lantai ubin tua daripada menu kopinya.
Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.