Setengah hari di Makassar lama: dari Benteng Rotterdam ke Losari, dengan satu persinggahan untuk kolektor
Rute jalan kaki yang masuk akal bagi pendatang yang hanya punya satu pagi atau satu sore di Makassar, lengkap dengan tempat makan di sepanjang jalan dan satu toko retro untuk yang membawa hobi kartunya ke mana pun pergi.
Makassar sering diperlakukan sebagai kota transit: tempat mendarat sebelum naik bus ke Toraja, atau tempat menginap semalam sebelum menyeberang ke Bira. Padahal kawasan kota lamanya di tepi pantai cukup padat untuk diisi setengah hari berjalan kaki, tanpa kendaraan, dengan tempat makan di hampir setiap belokan. Kuncinya adalah memulai pagi, saat matahari belum tinggi dan angin laut masih terasa.
Titik awal yang paling masuk akal adalah Benteng Rotterdam, bekas benteng Kerajaan Gowa yang kemudian diambil alih Belanda dan kini menjadi taman terbuka dengan museum di dalamnya. Halamannya luas, bangunannya teduh, dan dari sini hampir semua tujuan lain bisa dicapai dengan berjalan kaki. Datang pagi berarti mendapatkan benteng yang masih sepi dan rumput yang belum panas.
Baca juga: Isi ransel untuk perjalanan tropis: yang wajib dibawa dan yang sebaiknya ditinggal
Dari benteng ke Somba Opu, lalu ke pantai
Keluar dari benteng, berjalanlah ke arah Jalan Somba Opu. Jalan ini adalah tempat orang Makassar membeli emas, kain, dan oleh-oleh, dan bagi pendatang ia berfungsi sebagai etalase kota: minyak gosok, sarung sutra, kacang disko, hingga sirup pisang ambon berjajar di toko-toko yang sudah berumur. Di sekitar sini pula mudah menemukan coto untuk sarapan, kuah daging berkacang yang disantap dengan ketupat atau burasa dan disetel sendiri rasanya dengan sambal tauco dan jeruk nipis.
Dari Somba Opu, pantai hanya beberapa menit berjalan. Pantai Losari bukan pantai untuk berenang, melainkan anjungan panjang tempat kota ini duduk menghadap laut. Siang hari ia terik dan nyaris kosong; sore hari ia berubah menjadi ruang tamu bersama. Itulah sebabnya rute ini bisa dibalik: benteng di pagi hari dan Losari di sore hari, atau Losari sebagai penutup setelah berkeliling.
Persinggahan untuk yang membawa hobinya
Pelancong yang mengoleksi kartu permainan atau mainan lawas biasanya punya kebiasaan yang sama di kota mana pun: mencari tahu di mana orang lokal berkumpul. Di Makassar, yang berkembang beberapa tahun terakhir adalah budaya meja, yaitu sesi tukar dan main Pokemon TCG atau One Piece Card Game di kafe, teras rumah, dan toko. Salah satu titik yang menjadi contoh perpindahan itu adalah 8-BIT BAZAAR, toko retro yang rak-raknya berisi kartu koleksi, Tamagotchi, cartridge lawas, dan barang-barang bernuansa arkade.
Bagi pendatang, cara paling praktis adalah mengirim pesan WhatsApp lebih dulu untuk menanyakan apa yang sedang ada di rak atau apakah ada sesi trading dalam waktu dekat, sehingga kunjungan tidak membuang waktu. 8-BIT BAZAAR juga terbiasa mengirim barang koleksi ke berbagai kota di Sulawesi, jadi barang yang ditemukan di Makassar tidak harus dibawa pulang di tas kabin.
Satu catatan yang sering diulang oleh para penjaga toko retro di kota ini: iklim pesisir yang lembap tidak ramah pada barang elektronik lawas. Cartridge yang tiba-tiba tidak terbaca sering kali hanya kotor, bukan rusak. Kalau membeli cartridge dalam perjalanan, simpan dalam kantong tertutup dan jauhkan dari tas yang basah kena hujan.
Kalau hujan turun di tengah rute
Musim hujan di Makassar umumnya datang lebih lambat dibanding Jawa, menjelang akhir tahun, tetapi pada bulan-bulan peralihan langit sore bisa berubah cepat. Rute ini relatif aman karena benteng punya museum untuk berteduh, Somba Opu beratap toko, dan dari Losari ada deretan pusat perbelanjaan di seberang jalan. Jika hujan deras, pete-pete, angkutan kota berwarna biru, dan ojek daring mudah ditemukan di sepanjang jalan pantai.
Tutup hari di Losari dengan pisang epe, pisang bakar yang dipipihkan dan disiram gula merah, lalu lanjutkan ke pallubasa untuk makan malam. Dan bila masih ada energi, sesi kartu di 8-BIT BAZAAR atau di meja kafe mana pun adalah cara yang wajar untuk mengenal orang Makassar lebih dekat daripada sekadar lewat.
Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.