Edisi 26 Oktober 2026Makan pelan, jalan jauh.
← Duta NusantaraBudaya

Jaja Bali: kue tradisional yang bertugas ganda di canang dan di meja tamu

Dari jaja uli sampai laklak, kue kecil yang selalu dibuat lebih banyak dari yang akan dimakan.

Di Bali, kata jaja berarti kue atau jajanan, dan ia menempati posisi yang tidak dimiliki kue di tempat lain. Jaja dibuat untuk dua tujuan sekaligus: sebagai bagian dari sesajen yang dihaturkan, dan sebagai hidangan untuk keluarga serta tamu. Karena itu di dapur rumah Bali, terutama menjelang hari raya dan upacara, jaja dibuat dalam jumlah yang selalu lebih besar dari jumlah orang yang akan memakannya.

Jenisnya banyak. Jaja uli dari ketan yang ditumbuk lalu digoreng atau dipanggang; jaja begina dari ketan kering yang digoreng sampai mengembang; laklak, serabi kecil hijau pandan yang dimakan dengan kelapa parut dan gula merah cair; jaja bendu dari ketan berisi unti kelapa yang dibungkus daun; dan kaliadrem, cincin ketan hitam manis yang digoreng. Daftarnya panjang dan berbeda di tiap kabupaten, bahkan tiap banjar.

Baca juga: Jagung bose dan jagung titi: ketika jagung, bukan nasi, yang disebut makanan pokok di Timor dan Flores

Yang dihaturkan dan yang dimakan

Pada upacara, jaja ditata di atas dulang bersama buah, bunga, dan nasi menjadi banten. Setelah dihaturkan dan didoakan, makanan itu disebut lungsuran dan boleh dimakan keluarga. Ada tata krama di sini yang sebaiknya diketahui tamu: jangan menyentuh atau mencicipi jaja yang masih tersusun di tempat sesajen, dan jangan melangkahi canang yang diletakkan di tanah. Kalau Anda ditawari lungsuran, menerimanya adalah bentuk ikut dalam berkat, dan menolaknya dengan sopan juga diterima.

Mencari jaja di pasar pagi

Pasar pagi di Bali, seperti di Gianyar, Klungkung, atau pasar kecil di desa, menjual jaja sejak sebelum matahari terbit. Para ibu membeli untuk sesajen harian, dan pembeli biasa membeli untuk sarapan. Laklak hangat dengan kelapa parut dimakan di tempat; jaja yang kering seperti begina dan uli dibawa pulang. Bulan Juni ketika libur sekolah membawa banyak keluarga ke Bali, pasar pagi ini tetap berjalan untuk penduduk, dan tamu yang datang dengan tenang akan dilayani sebagaimana pembeli lain.

Memahami jaja adalah memahami bahwa di Bali, makanan tidak pertama-tama dibuat untuk dimakan. Ia dibuat untuk dihaturkan, dan kenikmatan memakannya datang sesudahnya, sebagai hadiah.

CU
Citra UmbaraCitra menulis lima artikel antara 2023 dan 2025, kebanyakan tentang makanan pesisir dan cara membaca pelelangan ikan pagi. Ia selalu datang ke pasar ikan sebelum matahari terbit dan pulang dengan sepatu basah.
Dapatkan tulisan baru Duta Nusantara lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.