Edisi 26 Oktober 2026Makan pelan, jalan jauh.
← Duta NusantaraBudaya

Jagung bose dan jagung titi: ketika jagung, bukan nasi, yang disebut makanan pokok di Timor dan Flores

Dua cara mengolah jagung tua yang menjelaskan hubungan orang NTT dengan musim kering.

Di sebagian besar Indonesia, pertanyaan sudah makan berarti sudah makan nasi. Di Nusa Tenggara Timur, terutama di Pulau Timor dan Flores bagian timur, pertanyaan itu bisa berarti jagung. Tanah yang kering sebagian besar tahun dan musim hujan yang pendek membuat jagung bertahan di tempat padi gagal, dan dari sana lahir dua cara mengolahnya yang paling dikenal: jagung bose dan jagung titi.

Jagung bose adalah jagung tua yang dilepas kulit arinya dengan cara ditumbuk, kemudian direbus lama bersama kacang merah atau kacang nasi dan santan sampai lunak dan kuahnya mengental. Rasanya gurih dan hampir manis, teksturnya antara bubur dan sup. Ia dimakan dengan sayur, ikan asin, atau se'i, dan di banyak rumah Timor menjadi makanan harian, bukan makanan istimewa.

Baca juga: Arsik ikan mas: ikan kuning Batak yang hadir di setiap meja adat

Jagung yang dipipihkan satu per satu

Jagung titi berasal dari Flores Timur, Adonara, Solor, dan Lembata. Biji jagung disangrai di wajan tanah, lalu satu per satu dipukul dengan batu selagi panas sampai pipih. Kata titi berarti memukul. Hasilnya keping tipis renyah yang tahan lama dan bisa dimakan begitu saja, dengan kopi, atau dengan ikan dan sayur sebagai pengganti nasi. Cara membuatnya menuntut kecepatan tangan yang hanya didapat dari kebiasaan bertahun-tahun.

Januari di NTT adalah musim tanam. Hujan yang datang pendek dimanfaatkan untuk menanam jagung baru, sementara jagung panen tahun lalu yang disimpan di atas tungku atau di lumbung menjadi bahan bose dan titi sampai panen berikutnya. Menyimpan jagung dengan asap tungku membuatnya awet dan bebas kutu, dan memberi aroma samar yang terasa di bose yang dimasak dari jagung lama.

Bagi pendatang, memahami bose dan titi adalah memahami bahwa makanan pokok tidak harus satu. Kalau Anda bertamu ke rumah di Timor dan disuguhi bose, terimalah sebagai hidangan utama, bukan pembuka. Dan kalau diberi sebungkus jagung titi untuk perjalanan pulang, itu artinya Anda dianggap akan kembali.

CU
Citra UmbaraCitra menulis lima artikel antara 2023 dan 2025, kebanyakan tentang makanan pesisir dan cara membaca pelelangan ikan pagi. Ia selalu datang ke pasar ikan sebelum matahari terbit dan pulang dengan sepatu basah.
Dapatkan tulisan baru Duta Nusantara lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.