Edisi 26 Oktober 2026Makan pelan, jalan jauh.
← Duta NusantaraBudaya

Bagea: kue sagu keras dari Maluku yang baru lembut setelah dicelup teh

Kue yang sengaja keras, dan kebiasaan minum teh yang membuatnya masuk akal.

Pertama kali menggigit bagea, banyak orang kaget. Kue bulat kecil berwarna pucat ini keras, hampir seperti batu kapur. Tapi orang Maluku tidak memakannya begitu. Bagea dicelup dulu ke teh atau kopi panas, ditunggu sebentar, baru digigit. Saat itu ia berubah: lembut, wangi kenari, dan sedikit manis.

Bahannya sederhana. Tepung sagu, gula, kenari cincang, dan kadang kayu manis atau cengkih. Adonan dibentuk bulat atau lonjong, dibungkus daun, lalu dipanggang sampai kering sepenuhnya. Kekerasannya bukan kegagalan, melainkan cara membuatnya tahan lama di daerah yang lembap dan jauh dari pasar.

Baca juga: Bir pletok: minuman Betawi yang memerah tanpa setetes alkohol

Kue yang menunggu di toples

Di Ambon, Ternate, dan pulau-pulau sekitarnya, bagea adalah kue yang selalu ada di toples untuk tamu. Ia juga oleh-oleh yang paling masuk akal untuk dibawa pulang, karena tidak hancur dan tidak basi dalam perjalanan laut yang panjang. Ada versi dengan sagu yang lebih gelap, ada yang lebih harum karena kenarinya dipanggang lebih dulu.

Desember adalah bulan ketika rumah-rumah di Maluku mulai menyiapkan kue untuk tamu akhir tahun, dan bagea biasanya salah satu yang pertama dibuat karena tahan lama. Kalau kamu diberi sepiring bagea bersama teh panas, jangan langsung menggigit. Celup, hitung sampai lima, lalu coba. Itu cara yang benar, dan cara yang membuat kue sederhana ini terasa seperti tanda penghormatan.

FS
Farah SamudraFarah menulis dua puluh tiga artikel untuk rubrik Jalan-jalan dan Kuliner sejak 2023 dan masih mengisi halaman kami. Ia menyusun itinerari musim hujan berdasarkan catatan pribadi tentang jam berapa hujan turun di setiap kota yang pernah ia singgahi.
Dapatkan tulisan baru Duta Nusantara lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.