Edisi 26 Oktober 2026Makan pelan, jalan jauh.
← Duta NusantaraJalan-jalan

Madura dari barat ke timur: menyeberangi Suramadu lalu berjalan darat sampai Sumenep

Panduan singkat menyusun perjalanan darat sehari semalam di pulau yang sering hanya dilewati.

Jembatan Suramadu membuat Madura terasa dekat dari Surabaya, tetapi sebagian besar orang berhenti di Bangkalan untuk makan bebek dan kembali sebelum sore. Padahal jalan utama yang membentang dari Bangkalan ke Sampang, Pamekasan, dan berakhir di Sumenep adalah perjalanan darat yang pantas diberi waktu satu hari penuh, lebih baik lagi dengan menginap.

Jaraknya tidak jauh, tetapi jalannya dua jalur dan ramai dengan truk garam, sepeda motor, dan becak di dalam kota. Kecepatan rata-rata rendah, dan ini sebaiknya diterima sejak awal. Bus antarkota dan mobil travel tersedia dari Surabaya, dan pilihan terakhir ini paling fleksibel kalau Anda ingin berhenti di tengah jalan.

Baca juga: Menyusuri Mahakam dengan kapal sungai: dua malam dari Samarinda ke hulu

Apa yang layak dihentikan di tengah jalan

Di Bangkalan, bebek goreng dengan sambal pencit dari mangga muda adalah alasan orang datang. Di Sampang dan Pamekasan, perhatikan ladang garam di sisi selatan jalan, yang di awal tahun seperti sekarang sebagian masih berupa petak berair karena musim hujan belum selesai. Pamekasan punya alun-alun yang hidup di malam hari dan sate dengan bumbu kacang yang lebih encer dari versi yang dikenal di Jawa. Sumenep adalah tujuan akhir yang paling tenang: keraton, masjid agung dengan gerbang bergaya campuran, dan kota yang terasa lebih santai daripada tiga kabupaten sebelumnya.

Dari Sumenep, pelabuhan Kalianget melayani kapal ke pulau-pulau kecil seperti Talango dan lebih jauh ke Kangean. Kalau waktu Anda cukup, satu malam di Sumenep lalu pagi ke Kalianget adalah penutup yang baik.

Beberapa catatan praktis. Bahasa sehari-hari di Madura bukan bahasa Jawa, dan sapaan sederhana dalam bahasa Indonesia yang sopan sudah cukup. Pakaian tertutup membantu di kota-kota yang religius. Dan di bulan hujan seperti ini, perjalanan sore sering diwarnai hujan deras yang singkat; sediakan waktu longgar dan jangan menargetkan tiba di Sumenep tepat pada jam tertentu.

MS
Mega SuryaniMega mendirikan Duta Nusantara pada 2022 dan menulis enam belas artikel hingga 2025, dimulai dari kisah sambal di dapur neneknya. Ia berhenti menulis untuk mengurus kebun rempah keluarga, tetapi masih mencicipi setiap resep baru yang kami kirimkan kepadanya.
Dapatkan tulisan baru Duta Nusantara lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.