Edisi 26 Oktober 2026Makan pelan, jalan jauh.
← Duta NusantaraResep

Resep bubur kacang hijau: hangat untuk sore yang mulai sering hujan

Rendam semalaman, rebus pelan, tambahkan santan di akhir.

Bubur kacang hijau adalah makanan yang hampir semua orang Indonesia pernah makan tetapi jarang dibuat sendiri. Padahal caranya mudah, bahannya murah meriah di pasar mana pun, dan hasilnya jauh lebih memuaskan dari versi instan. Musim hujan yang mulai datang akhir bulan ini adalah alasan yang cukup.

Bahan untuk sekitar enam mangkuk: satu gelas kacang hijau, direndam semalaman atau minimal empat jam. Satu liter air. Seratus lima puluh gram gula merah yang disisir, atau sesuai selera. Dua lembar daun pandan yang disimpulkan. Satu ruas jahe yang dimemarkan. Seperempat sendok teh garam. Dua ratus mililiter santan kental dari setengah butir kelapa. Kalau suka, tambahkan sedikit gula pasir untuk menyeimbangkan rasa gula merah.

Baca juga: Resep tongseng kambing: gulai yang ditumis ulang bersama kol dan tomat

Langkah-langkah

Buang air rendaman, lalu rebus kacang hijau dengan air baru bersama daun pandan dan jahe. Masak dengan api kecil sampai kacang pecah dan lunak. Jangan diaduk terlalu sering di awal supaya kacang tidak hancur sebelum waktunya. Setelah kacang empuk, masukkan gula merah dan garam, aduk sampai gula larut sepenuhnya.

Santan dimasukkan paling akhir, dengan api sangat kecil, dan diaduk terus agar tidak pecah. Begitu mendidih sekali, matikan api. Sebagian orang lebih suka santan dimasak terpisah dengan sejumput garam, lalu dituang di atas bubur saat disajikan. Cara ini membuat tampilannya lebih cantik dan rasa santannya lebih terasa.

Sajikan hangat. Kalau ingin lebih mengenyangkan, tambahkan ketan hitam yang direbus terpisah, dan jadilah bubur kacang hijau ketan hitam seperti yang biasa dijual lewat gerobak sore hari.

MS
Mega SuryaniMega mendirikan Duta Nusantara pada 2022 dan menulis enam belas artikel hingga 2025, dimulai dari kisah sambal di dapur neneknya. Ia berhenti menulis untuk mengurus kebun rempah keluarga, tetapi masih mencicipi setiap resep baru yang kami kirimkan kepadanya.
Dapatkan tulisan baru Duta Nusantara lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.