Edisi 26 Oktober 2026Makan pelan, jalan jauh.
← Duta NusantaraResep

Resep wedang jahe serai: jahe yang dibakar dulu untuk sore menjelang musim hujan

Minuman hangat paling sederhana di Indonesia punya satu langkah yang sering dilewati.

Resep wedang jahe serai: jahe yang dibakar dulu untuk sore menjelang musim hujan
Foto: G / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Ketika hujan sore mulai datang hampir setiap hari, dapur di banyak rumah mulai berbau jahe. Wedang jahe adalah minuman hangat yang paling tidak menuntut: jahe, air, gula. Tetapi antara wedang jahe yang hanya pedas dan wedang jahe yang harum, hangat, dan sedikit berasap, ada satu langkah yang membedakan.

Membakar jahe

Baca juga: Resep risoles ragout: kulit tipis yang tidak sobek dan isian yang tidak bocor saat digoreng

Pilih jahe tua, yang kulitnya kering, keriput, dan seratnya terasa saat dipatahkan. Jahe muda yang mulus lebih cocok untuk masakan; untuk wedang, jahe tua lebih pedas dan lebih wangi. Jahe emprit yang kecil dan jahe merah lebih tajam daripada jahe gajah yang besar; pilih sesuai selera.

Sebelum diiris, bakar jahe langsung di atas api kompor atau bara sampai kulitnya menghitam di beberapa bagian dan aromanya keluar. Pembakaran melunakkan pedas yang kasar dan menambahkan aroma asap tipis. Setelah dibakar, kerok kulit yang gosong dengan punggung pisau, cuci, lalu geprek atau iris tipis. Menggeprek mengeluarkan sari lebih banyak daripada mengiris.

Merebus dan memaniskan

Untuk empat gelas: seruas jahe sepanjang jari telunjuk yang sudah dibakar, dua batang serai yang dimemarkan bagian putihnya, satu lembar daun pandan, dan air secukupnya. Rebus dengan api kecil setidaknya lima belas menit; air akan berkurang dan berwarna kekuningan. Merebus terlalu singkat menghasilkan air hangat beraroma jahe, bukan wedang.

Pemanisnya gula merah atau gula aren yang disisir, dimasukkan setelah api dikecilkan, bukan di awal, agar aromanya tidak hilang dan tidak gosong di dasar panci. Gula pasir boleh, tetapi wedang menjadi datar. Sejumput garam membuat manisnya lebih bulat. Saring sebelum dituang ke gelas.

Variasi yang mudah

Tambahkan sepotong kayu manis dan dua butir cengkih saat merebus untuk versi yang lebih berempah. Masukkan irisan kencur untuk aroma segar yang khas Jawa. Tuang ke gelas berisi susu kental manis untuk wedang jahe susu seperti di warung tenda malam hari. Atau rebus wedang lebih pekat, dinginkan, dan simpan di lemari es sebagai konsentrat yang diencerkan dengan air panas saat dibutuhkan.

Wedang jahe paling enak diminum pelan dari gelas yang terlalu panas untuk digenggam lama, sambil memandangi hujan yang belum menunjukkan tanda berhenti.

AW
Agus WangiAgus adalah penulis paling produktif Duta Nusantara dengan dua puluh empat artikel sejak 2023, dari gerobak kaki lima sampai keluarga kue basah. Ia mengenali lemper yang baik dari suara daun pisang yang dibuka, dan masih menulis untuk kami hingga kini.
Dapatkan tulisan baru Duta Nusantara lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.